Minggu, 25 September 2011

Kerajinan Kap Lampu Dari Kertas Serat Pisang Abaca


Kerajinan Kap Lampu Dari  Kertas Serat Pisang Abaca

Kap Lampu Dari Serat Pisang


Serat pisang abaca merupakan salah satu serat alam yang sudah cukup banyak dikenal pemanfaatannya oleh berbagai bangsa di dunia untuk pembuatan bahan pakaian, kertas atau untuk pemanfaatan lainnya. Masyarakat Filipina, misalnya, sudah sejak lama memanfaatkan serat pisang abaca untuk pembuatan bahan pakaian nasional mereka, demikian juga dengan pemerintah Amerika Serikat sudah sejak lama memanfaatkan serat pisang abaca untuk pembuatan uang kertas dolarnya.
Semua itu dilakukan karena serat pisang abaca memang memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan jenis serat alam lainnya maupun dibandingkan serat sintetis. Salah satu keunggulan serat pisang abaca diantaranya adalah keuletan atau kekuatannya, tidak getas dan tidak mudah robek/putus. Serat pisang abaca juga memiliki tekstur yang sangat baik dan memiliki sifat mengkiat seperti memantulkan cahaya. Selain itu, sebagai serat alam yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, serat pisang abaca tentu saja merupakan sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable) dan mudah dibudidayakan.


Di Indonesia sendiri belum begitu banyak pengusaha yang terjun dalam usaha budidaya pisang abaka maupun industri yang memanfaatkan serat pisang abaca sebagai bahan sandang maupun kertas. Namun demikian, beberapa pelaku usaha sudah mulai menerjuni bidang usaha tersebut seperti yang dilakukan Heru Prasetyatmoko dengan Abaca Craft-nya.
Heru memulai usaha industri kerajinan kertas serat pisang abaca pada tahun 2000. Dengan dibantu adiknya yang lulusan pasca sarjana dalam bidang industri kertas dari Jerman, Heru mengaku sempat melakukan riset cukup lama mengenai serat alam untuk pembuatan kertas. Walaupun ketika itu di Indonesia sedang populer kertas daur ulang, namun Heru tetap mencoba menggunakan sejumlah serat alam untuk pembuatan kertas. Akhirnya, Heru memilih serat pisang abaca sebagai bahan baku untuk pembuatan kertasnya. Alasannya, bahan baku serat pisang abaca banyak tersedia sehingga kontinuitas pasokannya terjamin. Selain itu, dibandingkan dengan serat alam lainnya, serat pisang abaca merupakan yang terbaik kualitasnya untuk pembuatan kertas. Alasan lainnya, serat pisang abaca memiliki tingkat keuletan dan kekuatan paling tinggi dibandingkan serat alam lainnya sehingga kertas yang dihasilkan pun tidak mudah robek.
Walaupun masih dilakukan secara sederhana dengan tangan (hand made), usaha industry kertas serat pisang abaca yang digeluti Heru ini sudah mulai memiliki sejumlah pelanggan tetap di sejumlah kota di tanah air. Bahkan, sejumlah pembeli tetap Heru ada juga yang sudah melakukan ekspor ke mancanegara. Selain memproduksi kertas dari serat pisang abaca, Heru juga memanfaatkan kertas serat pisang abaca produksinya untuk membuat kap lampu yang indah dan menarik. Berbagai poduk kap lampu dari kertas serat pisang abaca hasil kreasi rancangan Heru pun kini sudah mulai dikenal masyarakat pecinta produk hiasan interior di tanah air.
Selain untuk pembuatan kap lampu, kertas dari serat pisang abaca juga bisa dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan lain, seperti untuk membungkus box hiasan atau kado, untuk membuat kartu undangan dan lain-lain. Namun sejauh ini Heru baru memanfaatkannya untuk pembuatan kap lampu. Beberapa pengusaha lain yang membeli kertas serat pisang abaca dari Heru ada juga yang memanfaatkannya untuk keperluan lain.
Heru mendatangkan bahan mentah berupa batang pisang abaca dari Lampung untuk kemudian diproses menjadi kertas serat pisang abaca di bengkel kerja (workshop) miliknya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pertama-tama batang pisang abaca yang sudah dikeringkan dipisahkan bagian seratnya dari bagian lainnya. Kemudian serat pisang abaca itu dicampur air dengan komposisi tertentu untuk selanjutnya dihancurkan menjadi bubur kertas atau pulp. Semua proses pembuatan pulp dari serat pisang abaca tersebut sama sekali tidak menggunakan bahan kimia, sehingga proses industri pulp dari serat pisang abaca sama sekali tidak menghasilkan limbah kimia yang berbahaya bagi lingkungan.
Sebagai contoh, dalam proses pembuatan pulp dari bahan serat kayu atau bahan serat alam lainnya biasanya ditambahkan bahan kimia berupa lem untuk saling merekatkan antara serat yang satu dengan serat lainnya. Namun pada proses pembuatan pulp dari serat pisang abaca tidak dibutuhkan penambahan bahan kimia yang berfungsi sebagai lem karena serat pisang abaca sendiri sudah mengandung sejenis bahan lem secara alami.
Pulp serat pisang abaca yang dihasilkan kemudian diproses menjadi kertas dengan cara dicetak dengan menggunakan cetakan tertentu dengan motif yang tertentu pula. Kertas dari serat pisang abaca yang telah kering akhirnya dikeluarkan dari cetakannya. Kertas serat pisang abaca yang sudah kering dan memiliki motif tertentu itu kini siap diproses lebih lanjut menjadi kap lampu yang indah dan cantik.
Sejauh ini Heru memproduksi kertas serat pisang abaca dalam tiga ukuran, yaitu 40 cm X 60 cm, 100 cm X 80 cm dan 60 cm X 80 cm. Selain itu, Heru juga mengembangkan sejumlah jenis motif kertas yang dibentuk melalui cetakan kertas. Sampai saat ini Heru sudah berhasil mengembangkan 10 jenis motif kertas serat pisang abaca yang semuanya didesain untuk proses pembuatan kap lampu.
Namun demikian, selain untuk pembuatan kap lampu, kertas serat pisang abaca dengan kombinasi tiga macam ukuran dan 10 motif itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lain. Dalam penggunaannya, ukuran kertas yang berbeda-beda dapat disesuaikan penggunaannya berdasarkan ukuran produk yang akan dihasilkan, dalam hal ini produk kap lampu. Sedangkan motif kertas yang berbeda-beda merupakan alternatif pilihan bagi konsumen yang disesuaikan dengan rancangan interiornya.
Dengan dibantu sembilan orang karyawan, Heru kini mampu memproduksi kertas dari serat pisang abaca sebanyak 100 sampai 150 lembar setiap harinya, sedangkan produksi kap lampu bisa mencapai 100 sampai 150 unit per bulan dengan berbagai ukuran. Kertas serat pisang abaca dan kap lampu dari kertas serat pisang abaca produksi Heru kini telah dipasarkan secara ritel di Grand Indonesia, Jakarta selain di showroom yang menyatu dengan workshop di Pasar Minggu. Pemasaran di kota lainnya dilakukan melalui para pedagang grosir yang berada di Semarang, Yogyakarta dan Bali. Mereka secara rutin memesan pembuatan kertas serat pisang abaca berikut kap lampu dari Heru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar